Minggu, 16 September 2007

Anarkisme dan Kekerasan

Beberapa demonstran memecahkan kaca jendela gedung dewan. Mereka melakukan tindakan kekerasan demi terwujudnya tuntutan mereka. Media massa menyebut tindakan demonstran tersebut sebagai tindakan anarkis. Banyak orang mengiyakan pernyataan media tersebut. Tetapi, benarkah anarkis itu sebuah tindakan kekerasan?

Bukan. Anarkis bukanlah kekerasan. Anarkis berasal dari kata anarki yang berasal dari kosakata Yunani, anarchos/anarchein. a berarti tidak dan archos/archein berarti pemerintah atau pihak yang menerapkan kontrol dan otoritas secara koersif dan represif. Sehingga anarchos/anarchein berarti tanpa pemerintahan. Anarkis merupakan orang yang menganut sistem anarki. Sedangkan paham atau ideologi anarki adalah anarkisme.
Anarkisme bertujuan menciptakan masyarakat tanpa hirarkis. Kaum anarkis menginginkan sebuah kebebasan tanpa aturan yang mengekang yang dilakukan oleh pemerintah. Dimana, aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yaitu kaum pemilik modal.
Dalam perjuangannya, kaum anarkis tidak menggunakan kekerasan. Anarkisme justru memperjuangkan kedamaian dan kesetaraan. Alexander Berkman menulis dalam bukunya What is Communist Anarchist sebagai berikut:
Anarkisme bukan bom, ketidakteraturan atau kekacauan. Bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang diantara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali ke kehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia. Anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Anarkisme berarti anda harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudak anda, menjadi majikan anda, merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti bahwa anda harus bebas untuk melakukan apa yang anda mau, memiliki kesempatan untuk memilih jenis kehidupan yang anda mau serta hidup di dalamnya tanpa ada yang mengganggu, memiliki persamaan hak, serta hidup dalam perdamaian dan harmoni seperti saudara. Berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan, penindasan serta menikmati kesempatan hidup bersama sama dalam kesetaraan.


Bandar Lampung, 160907 23:06

0 komentar: